was successfully added to your cart.

BENGKULU,Visitbengkulu.net – Siapa sangka jika Indonesia memiliki warisan sejarah yang terbesar di Asia Tenggara. Saksi bisu bengisnya penjajahan yang dilakukan oleh koloni Belanda telah berubah menjadi kumpulan batu nisan bertuliskan korban penjajahan di zaman Inggris. Di kenal dengan sebutan Makam Inggris Bengkulu, wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Veteran Kelurahan Jitra ini akan mengingatkan anda pada para penjajah yang dengan kejam berusaha merebut tanah air Indonesia.

Di sekitar lokasi ini, atau 800 meter dari Makam Inggris Bengkulu ini, anda juga akan menemukan sebuah benteng yang berdiri dengan sangat kokoh yang dikenal dengan sebutan Marlborough Benteng.

Saat anda menjelajahi kawasan Makam Inggris Bengkulu ini, maka anda akan menemukan banyak makan penguasa Inggris  seperti halnya makam Parker Hutchinson, MacDouglas dan lain sebagainya yang dulunya sempat menetap di Indonesia pada kurun waktu 1775 hingga 1940.

Sejarah mencatat bahwa dahulunya, Bengkulu merupakan pusat pemerintahan Inggris saat bangsa kolonial ini menduduki Indonesia. Karena pada saat itu, pertempuran selalu terjadi setiap hari, maka banyak warga sipil ataupun pembesar Inggris yang kemudian meninggal dan dikuburkan di lokasi Makam Inggris Bengkulu tersebut.

Lokasinya yang berada di lahan seluas 4,5 hektar, menjadikan nama Makam Inggris Bengkulu tidak seseram namanya. Pasalnya, semua makam yang terdapat di lokasi pemakaman ini memiliki batu nisan sebanyak 1,000 buah dengan desain tampilannya yang terbilang memiliki nilai seni yang unik. Sayangnya, baru-baru ini dilaporkan bahwa jumlah makam yang terdapat di lokasi tersebut kini telah mengalami penyusutan menjadi 53 makam saja. Namun, hal ini tidak mengurangi nilai sejarah yang tersembunyi di balik onggokan batu nisan tersebut.

Saat ini, kondisi Makam Inggris Bengkulu ini terkesan memprihatinkan dan banyak mengalami kerusakan. Hal ini tentunya sangatlah disayangkan sebab beberapa makam tersebut merupakan warisan sejarah yang seharusnya harus dilestarikan. Meskipun sebelumnya pihak Bengkulu Heritage Society telah mengirimkan surat peringatan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi untuk lebih memperhatikan mengenai kondisi makan ini, namun hingga saat ini makam tersebut masih belum terawat sepenuhnya.

Author visitbengkulu

More posts by visitbengkulu

Leave a Reply

Kontak kami 082372455559