was successfully added to your cart.

BENGKULU,Visitbengkulu.net – Tari Tabut termasuk ke dalam salah satu upacara tradisional masyarakat Bengkulu. Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang kepahlawanan Husein bin Ali bin Abi Thalib, atau merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW saat perang melawan Ubaidillah bi Zaid. Upacara ini selalu rutin dilaksanakan oleh masyarakat Bengkulu setiap tanggal 1 hingga 10 Muharaam.

Kata Tabut sendiri merupakan kata yang berasal dari Bahasa Arab, yang memiliki arti kotak atau peti. Sementara inti dari upacara ini adalah untuk mengenang pimpinan Syiah beserta kaumnya yang mengumpulkan tubuh Husein kemudian mengarak dan memakamkannya.

Sebenarnya belum ada kepastian kapan upacara atau tari Tabut ini mulai dilaksanakan di Bengkulu. Namun menurut perkiraan, upacara ini dimulai sejak abad ke 18 dan dibawa masuk oleh tukang bangunan Benteng Marlborought sebagai upacara berkabung. Namun upacara ini digelar semakin lama semakin mengalami perkembangan. Hal ini disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Bengkulu. Tradisi ini kemudian dilaksanakan sebagai salah satu kewajiban dari anggota keluarga untuk mewarisi tradisi leluhur mereka.

Pelaksanaan upacara atau tari Tabut ini menggunakan beberapa perlengkapan. Antar lain untuk membuat Tabut, peralatan musik, serta kelengkapan lainnya. Perlengkapan untuk membuat Tabut antara lain bambu, aneka jenis kertas, pisau, lampu, tali, dan beberapa hiasan dari bunga. Tidak lupa dipersiapkan sesaji mulai dari bahan kebutuhan pokok hingga kemenyan. Sedangkan untuk perlengkapan musik, diperlukan beduk yang disebut dengan Dol, dan rebana atau yang disebut dengan tessa. Sementara untuk perlengkapan lainnya diperlukan bendera, tombak, dan juga pedang Zulfikar yang dalam bentuk duplikat.

Upacara atau tari Tabut ini kaya akan nilai sejarah dan budaya. Setidaknya ada tiga nilai yang terkandung dalam tradisi tari Tabut. Pertama mengingatkan kita bahwa kita pasti akan kembali ke tanah. Kedua nilai budaya dan tradisi kita memiliki begitu banyak keragaman. Dan yang ketiga adalah sebagai perayaan datangnya tahun baru Islam. Jika anda ingin melihat tradisi budaya dan keagamaan  tari Tabut, maka anda bisa berkunjung ke Bengkulu setiap 1 hingga 10 Muharram.

Author visitbengkulu

More posts by visitbengkulu

Leave a Reply

Kontak kami 082372455559